PMII dan Garda Bangsa Minta Cabut Wacana Kenaikan Tarif PDAM

March 8, 2007

Samarinda, Poskota Kaltim.

 

Ditengah hiruk-pikuk perekonomian rakyat samarinda yang carut-marut akibat bias dari kenaikan Bahan Bakar Minyak [BBM], tariff dasar listrik [TDL] serta melonjaknya kebutuhan masyarakat lainnya, sangat ironis ketika beberapa anggota DPRD Samarinda serta pimpinan PDAM mewacanakan untuk menaikkan tarif PDAM dengan alas an beban hutang yang ditanggung perusahaan itu cukup besar. Bahkan PMII dan Garda Bangsa Samarinda juga geram dengan wacana itu.

 

Syafruddin, Ketua Garda Bangsa menuturkan, wacana anggota dewan dan pimpinan PDAMdalam rangka mencari solusi atas wacana beban hutang yang ditanggung pihak PDAM dengan membebankan kepada masyarakat melalui tariff PDAM dinaikkan dinilai sebuah langkah yang akan memperpanjang penderitaan masyarakat Samarinda.

 

“Anggota Dewan dan pimpinan PDAM yang beberapa waktu lalu mewacanakan solusi soal beban hutang yang ditanggung PDAM dengan menaikkan tariff PDAM adalah sebuah langkah konkrit untuk memperpanjang penderitaan masyarakat Samarinda,” tutur Syafruddin saat ditemui Poskota Kaltim di secretariat Garda Bangsa, Selasa [13/2].

 

Sikap yang sama juga muncul dari Irawan, petinggi PMII Samarinda. Ia berpendapat, PDAM harus segera diaudit dan dilakukan peremajaan manajemen karena selama ini PDAM tidak pernah mempublikasikan keuangan secara transparan sehingga maslah krusial yang dialami PDAM tidak diketahui dengan pasti oleh masyarakat Samarinda.

 

Kedua petinggi organisasi itu kembali menyayangkan wacana kenaikan tarif PDAM yang dilontarkan anggota dewan dan petinggi PDAM beberapa waktu lalu. Di mata aktivis ini, wacana tersebut tidak sepantasnya keluar dari wakil rakyat karenatidak solutif dan justru akan menambah beban masyarakat.

 

“Tidak sepantasnya wakil rakyat yang duduk di dewan memberikan solusi yang sangat tidak solutif dengan menaikkan tarif PDAM,” tands Syafruddin.

 

Punggawa Garda Bangsa yang akrab disapa Udin ini mengatakan, bila pimpinan PDAM tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab, harus berani terbuka dan mempublikasikan kemasyarakat bahwa yang bersangkutan tidak mampu mengemban amanat.

 

Menyangkut persoalan di tubuh PDAM yang mengalami pembengkakan biaya operasional dan mengakibatkan kerugian yang cukup besar, Syafruddin melihat hal ini disebabkan lemahnya manajemen perusahaan daerah itu.

”Lemahnya manajemen yang dimiliki PDAM adalah titik tolak pembengkakan cost atau biaya operasional PDAM sendiri. Kita lihat beberapa fakta, di beberapa ruas jalan, pipa PDAM sering mengalami kerusakan. Ini adalah indikasi kuat bahwa manajemen PDAM lemah,” tutur Syafruddin ketus.

 

Kedua petinggi organ gerakan jalanan tersebut sepakat untuk menolak dengan tegas wacana yang dihembuskan anggota dewan dan petinggi PDAM Samarinda tersebut. Keduanya menyatakan akan segera melakukan pressure
massa dalam waktu dekat bila wacana tersebut tidak segera dicabut. *ws.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: